Logo NeuroBali

NeuroBali · Panduan rumah

Panduan visual

Pilih bahasa unduhan

Panduan latihan rumah pasca-stroke

Materi edukasi keluarga untuk prinsip latihan aman, frekuensi, tanda berhenti, dan kapan perlu review ulang.

Gunakan dialog cetak browser, pilih 'Save as PDF' bila ingin disimpan.

Panduan ini menjelaskan prinsip latihan rumah pasca-stroke yang aman, contoh latihan dasar, dan tanda untuk berhenti. Latihan tetap perlu disesuaikan oleh terapis sesuai kondisi pasien.

Konsistensi mengalahkan intensitas

Latihan ringan setiap hari memberi hasil yang lebih stabil daripada latihan berat sesekali. Mulailah dari durasi pendek dan tingkatkan bertahap.

Aman dulu, kemudian fungsi

Pastikan ruang latihan terang, lantai tidak licin, ada kursi atau pegangan, dan ada pendamping saat melatih keseimbangan.

Latih sisi yang lemah secara aktif

Sisi yang lemah perlu dilibatkan dalam aktivitas, bukan dihindari. Gunakan tangan atau kaki yang lemah dalam latihan harian sesuai toleransi.

01

Sit-to-stand

Sasaran: Kekuatan tungkai dan transfer dari kursi.

Langkah

  1. 01Duduk di kursi yang stabil dengan kaki rata di lantai.
  2. 02Condongkan badan sedikit ke depan, dorong dengan kedua kaki untuk berdiri.
  3. 03Tahan posisi berdiri sebentar, lalu duduk perlahan.
  4. 04Mulai 5–8 kali, 2–3 set per hari, sesuai toleransi.

Catatan keselamatan: Hentikan bila pusing, dada terasa berat, atau lutut tidak stabil. Pegangan tetap dalam jangkauan.

02

Latihan keseimbangan berdiri

Sasaran: Stabilitas dan kepercayaan diri berdiri.

Langkah

  1. 01Berdiri di samping meja atau dinding sebagai pegangan.
  2. 02Pindahkan berat ke kaki kanan 5 detik, lalu ke kaki kiri 5 detik.
  3. 03Bila stabil, coba angkat satu kaki sedikit dari lantai.
  4. 04Lakukan 1–2 menit total, 1–2 kali per hari.

Catatan keselamatan: Selalu ada pendamping atau pegangan. Hentikan bila kepala terasa berputar.

03

Latihan tangan & jari

Sasaran: Genggaman, ketangkasan, dan koordinasi.

Langkah

  1. 01Genggam bola lunak atau kain gulung selama 5 detik, lepas, ulangi.
  2. 02Sentuh ujung ibu jari ke setiap jari secara berurutan.
  3. 03Ambil benda kecil (kacang, kelereng) dari meja dan pindahkan ke wadah.
  4. 0410–15 menit, 1–2 kali per hari, kombinasikan dengan aktivitas sehari-hari.

Catatan keselamatan: Hentikan bila nyeri tajam atau kaku berat. Latihan tetap aman walau gerakan terbatas.

04

Berjalan terstruktur

Sasaran: Daya tahan jalan dan pola langkah.

Langkah

  1. 01Jalan di lorong rumah atau halaman dengan pendamping.
  2. 02Fokus pada langkah simetris, kepala tegak, dan pandangan ke depan.
  3. 03Mulai 5–10 menit, tingkatkan bertahap sesuai napas dan kelelahan.
  4. 04Catat jarak atau waktu untuk memantau kemajuan.

Catatan keselamatan: Gunakan alas kaki anti-selip. Hindari permukaan basah dan tangga tanpa pegangan.

Hentikan latihan dan hubungi tim klinik bila

  • Muncul nyeri dada, sesak yang tidak biasa, atau jantung berdebar tidak teratur.
  • Pusing berputar, hampir pingsan, atau penglihatan kabur mendadak.
  • Kelemahan baru pada wajah, lengan, atau tungkai.
  • Bicara mendadak pelo atau kesulitan memahami percakapan.
  • Demam, infeksi aktif, atau nyeri sendi berat.

Catatan untuk pendamping

  • Beri waktu lebih untuk setiap gerakan; latihan terburu-buru meningkatkan risiko jatuh.
  • Dorong komunikasi: minta pasien menceritakan rasa lelah, nyeri, atau perubahan.
  • Catat perkembangan mingguan; perbaikan kecil sering tidak terasa hari ke hari.
  • Jaga rutinitas tidur, makan, dan obat agar latihan tidak menambah kelelahan.

Materi edukasi NeuroBali. Bukan diagnosis. Diskusikan hasil saat konsultasi.

neurobali.id